breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Pindah Karier dari Penyuluh Pertanian ke Penasihat Precision Agriculture: Padukan Pengalaman Lahan dan Data
Pelajari pindah karier penyuluh pertanian ke penasihat pertanian presisi, dari pengalaman lapangan, gap kompetensi, hingga peran S1 Agroteknologi dan RPL.
Sudah 4–10 tahun mendampingi petani, memantau budidaya, menangani hama, dan mencatat hasil produksi, tetapi mulai tertarik pada pertanian yang lebih berbasis data?
Peralihan dari penyuluh pertanian ke penasihat precision agriculture atau pertanian presisi tidak harus dimulai dari nol. Pengalaman memahami kondisi lahan, tanaman, dan kebutuhan petani justru menjadi modal penting untuk menggunakan teknologi secara lebih tepat.
Ketika Pengetahuan Lapangan Belum Terhubung dengan Teknologi Pertanian
Penyuluh pertanian berpengalaman biasanya sudah memahami persoalan nyata di lapangan, mulai dari kualitas tanah, serangan hama, pola budidaya, hingga hasil produksi.
Namun, pertanian presisi menambahkan dimensi baru. Keputusan budidaya tidak hanya didasarkan pada pengamatan, tetapi juga dapat didukung oleh data produksi, kondisi lahan, teknologi pemantauan, dan analisis kebutuhan tanaman.
Di sinilah pengalaman lapangan tetap bernilai. Tantangannya adalah memperluas kemampuan agar data dan teknologi dapat digunakan untuk mendukung keputusan pertanian.
Baca juga: Tren Pekerjaan untuk Lulusan Agroteknologi: Smart Farming dan Pertanian Presisi
Pertanian Presisi Menggabungkan Kondisi Lahan, Data Produksi, dan Keputusan Budidaya
Penasihat precision agriculture perlu memahami bahwa kondisi setiap lahan tidak selalu sama.
Data dapat membantu melihat kebutuhan air, kondisi tanah, perkembangan tanaman, risiko hama, hingga efisiensi penggunaan input pertanian. Namun, angka tetap perlu dibaca bersama pemahaman kondisi lapangan.
Pengalaman penyuluh menjadi modal karena pekerja sudah terbiasa melihat persoalan budidaya secara langsung. Kemampuan tersebut kemudian perlu diperluas melalui ilmu budidaya, tanah, pengendalian hama, teknologi pertanian, data produksi, dan prinsip keberlanjutan.
Dengan begitu, teknologi tidak hanya menjadi alat baru, tetapi benar-benar membantu membuat keputusan yang lebih tepat.
S1 Agroteknologi Membantu Memadukan Ilmu Budidaya dan Teknologi
S1 Agroteknologi dapat membantu pekerja memahami pertanian melalui dasar keilmuan yang lebih terstruktur.
Pembelajaran tentang budidaya tanaman, tanah, hama, teknologi pertanian, dan produksi dapat memberi kerangka terhadap berbagai persoalan yang sudah ditemui selama bekerja.
Baca juga: Kuliah S1 Agroteknologi Jalur RPL untuk Penyuluh Pertanian
Bagi pekerja berpengalaman, jalur RPL juga dapat dipertimbangkan. Pembelajaran dari pengalaman kerja dapat diajukan untuk dinilai berdasarkan asesmen dan ketentuan kampus.
Artinya, pengalaman bertahun-tahun tidak otomatis dikonversi menjadi kredit, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pengakuan pembelajaran yang relevan.
Dari Pendamping Petani Menjadi Penasihat Budidaya Berbasis Data
Pengalaman mendampingi petani membuat penyuluh mengetahui bahwa keputusan budidaya sering harus menyesuaikan kondisi nyata.
Ketika pengalaman itu dipadukan dengan data dan teknologi, pekerja dapat mulai melihat persoalan dengan lebih rinci: bukan hanya apa yang terjadi di lahan, tetapi mengapa terjadi dan keputusan apa yang paling sesuai berdasarkan informasi yang tersedia.
Dari sinilah pengalaman lapangan dapat berkembang menjadi kemampuan konsultatif yang lebih kuat.
Susun Jalur RPL Menuju Pertanian Presisi bersama Kelas Karyawan FTAN UMJ
Bagi pekerja sektor pertanian yang ingin melanjutkan pendidikan sambil tetap bekerja, Kelas Karyawan FTAN UMJ menyediakan P2K dan RPL S1 Agroteknologi.
Perkuliahan tersedia pada Senin hingga Jumat pukul 18.30–21.00 serta Sabtu pukul 08.00–16.00 melalui Hybrid Learning. Informasi lengkap dapat dilihat pada halaman jadwal Kelas Karyawan dan RPL FTAN UMJ.
Biaya awal sebesar Rp1.000.000 dengan angsuran mulai Rp900.000 per bulan. Rinciannya dapat dipelajari melalui halaman biaya kuliah S1 Agroteknologi FTAN UMJ.
Jika pertanian presisi mulai terlihat sebagai arah karier yang menarik, mulailah dengan memetakan pengalaman budidaya, data produksi yang pernah dikelola, dan teknologi yang masih perlu dipelajari. Pengalaman lapangan dapat menjadi fondasi kuat ketika dipadukan dengan ilmu dan data yang lebih terstruktur.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus FTAN UMJ • Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Jakarta Selatan 15419
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Muhammadiyah Jakarta FTAN. All rights reserved.
FTAN UMJ