breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Smart Farming: Mahasiswa FTAN UMJ Kembangkan Hidroponik Berbasis IoT
Mahasiswa FTAN UMJ tunjukan smart hidroponik berbasis IoT dan energi surya sebagai inovasi Agroteknologi untuk dukung smart farming yang lebih efisien.
Smart Farming Mengubah Cara Bertani di Era Digital
Mahasiswa FTAN UMJ Terapkan Smart Hidroponik Berbasis IoT
IoT Membantu Pengelolaan Hidroponik Lebih Efisien
Energi Surya Mendukung Pertanian yang Lebih Berkelanjutan
Agroteknologi Kini Tak Lagi Sekadar Belajar Budidaya Tanaman
Perkembangan teknologi telah mengubah berbagai sektor, termasuk pertanian. Kini, pertanian tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional, tetapi mulai mengadopsi berbagai inovasi digital seperti Internet of Things (IoT), sensor otomatis, hingga energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Perubahan ini juga mendorong lahirnya konsep smart farming, yaitu sistem pertanian yang memanfaatkan teknologi untuk membantu petani mengambil keputusan secara lebih tepat dan efisien.
Perubahan tersebut turut memengaruhi dunia pendidikan tinggi, khususnya pada bidang Agroteknologi. Mahasiswa tidak hanya mempelajari budidaya tanaman, tetapi juga dibekali kemampuan mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan pertanian. Salah satu contoh penerapan tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian (FTAN) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui pengembangan Smart Hidroponik bertenaga surya yang terintegrasi Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Smart Farming Mengubah Cara Bertani di Era Digital
Smart farming merupakan pendekatan pertanian modern yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya. Berbagai perangkat seperti sensor, sistem otomatisasi, hingga aplikasi berbasis internet digunakan untuk membantu proses budidaya tanaman.
Melalui teknologi tersebut, petani dapat memantau kondisi tanaman secara lebih akurat, mulai dari suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, tingkat keasaman (pH), hingga konsentrasi nutrisi dalam air. Data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga perawatan tanaman menjadi lebih efektif.
Pendekatan ini tidak hanya membantu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mampu mengurangi pemborosan air, listrik, dan penggunaan pupuk. Oleh karena itu, smart farming mulai menjadi salah satu kompetensi yang penting dipelajari oleh mahasiswa Agroteknologi.
Mahasiswa FTAN UMJ Terapkan Smart Hidroponik Berbasis IoT
Sebagai bentuk implementasi pembelajaran, mahasiswa dan dosen FTAN UMJ mengembangkan program Smart Hidroponik Bertenaga Surya Terintegrasi IoT di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan (P4S) Hidroponik Generik, Jakarta Selatan. Program ini memperoleh dukungan melalui Dana Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Melalui program tersebut, tim menghadirkan sistem hidroponik yang memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama sekaligus mengintegrasikan teknologi IoT untuk membantu proses pemantauan kondisi tanaman secara otomatis. Selain penerapan teknologi, masyarakat juga mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan usaha, termasuk penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
Program ini dipimpin oleh Darto, S.E., M.M. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ, bersama Ir. Helfi Gustia, M.Si. dari Fakultas Pertanian serta Dr. Nunung Cipta Dainy, S.P., M.Si. dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ. Pelaksanaannya juga melibatkan mahasiswa lintas program studi sebagai bagian dari pembelajaran kolaboratif.
IoT Membantu Pengelolaan Hidroponik Lebih Efisien
Pada sistem hidroponik, berbagai parameter tanaman harus dijaga agar tetap berada pada kondisi optimal. Melalui teknologi IoT, proses pemantauan dapat dilakukan secara otomatis menggunakan berbagai sensor yang terhubung melalui jaringan internet.
Sensor tersebut berfungsi mengukur suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, tingkat pH, hingga Total Dissolved Solids (TDS) sebagai indikator konsentrasi nutrisi pada larutan hidroponik. Data yang dihasilkan dapat dipantau secara real-time sehingga petani dapat segera mengambil tindakan apabila terjadi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman. Integrasi teknologi ini membuat proses budidaya menjadi lebih efisien dibandingkan pemantauan manual yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
Energi Surya Mendukung Pertanian yang Lebih Berkelanjutan
Selain memanfaatkan IoT, program yang dikembangkan mahasiswa FTAN UMJ juga menggunakan panel surya sebagai sumber energi untuk mendukung operasional sistem hidroponik.
Pemanfaatan energi matahari dinilai mampu membantu mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional sekaligus menekan biaya operasional. Di sisi lain, penggunaan energi terbarukan juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Bagi pelaku usaha hidroponik skala rumah tangga maupun UMKM, inovasi seperti ini berpotensi meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Agroteknologi Kini Tak Lagi Sekadar Belajar Budidaya Tanaman
Perkembangan teknologi membuat ruang lingkup ilmu Agroteknologi semakin luas. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya tanaman, tetapi juga memahami pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian. Beberapa kompetensi yang mulai banyak dipelajari di bidang Agroteknologi antara lain:
- Smart farming dan pertanian presisi.
- Internet of Things (IoT) untuk pertanian.
- Sistem hidroponik dan greenhouse modern.
- Energi terbarukan dalam sektor pertanian.
- Analisis data pertanian berbasis teknologi.
- Pengelolaan agribisnis dan pemberdayaan masyarakat.
Kombinasi kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan Agroteknologi untuk menghadapi transformasi sektor pertanian yang semakin terdigitalisasi.
Prospek Karier Lulusan Agroteknologi Semakin Luas
Transformasi digital juga membuka peluang karier yang semakin beragam bagi lulusan Agroteknologi. Selain bekerja sebagai agronom atau penyuluh pertanian, lulusan Agroteknologi kini juga memiliki kesempatan berkarier sebagai konsultan smart farming, peneliti, pengembang teknologi pertanian, wirausaha agribisnis, hingga pengelola sistem hidroponik modern.
Kemampuan menguasai teknologi digital, analisis data, dan inovasi pertanian menjadi nilai tambah yang banyak dibutuhkan di berbagai sektor, baik pemerintahan, industri pangan, perusahaan agritech, maupun lembaga penelitian.
Kesimpulan
Penerapan Smart Hidroponik Bertenaga Surya Terintegrasi IoT yang dilakukan mahasiswa FTAN Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menunjukkan bahwa pembelajaran Agroteknologi kini tidak hanya berfokus pada teori budidaya tanaman, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan pertanian modern.
Bagi kamu yang ingin mempelajari Agroteknologi sekaligus mengembangkan keterampilan di bidang pertanian modern, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (FTAN UMJ) dapat menjadi salah satu pilihan. Melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K), kamu tetap dapat melanjutkan pendidikan secara fleksibel sambil bekerja. Kunjungi website ftan.umj-jakarta.id untuk memperoleh informasi mengenai program studi, biaya kuliah, jadwal perkuliahan, hingga proses pendaftaran. Jangan lupa ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah agar selalu mendapatkan informasi terbaru seputar pendidikan tinggi, beasiswa, perkembangan karier, dan penerimaan mahasiswa baru.
Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan dari informasi resmi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (FTAN UMJ). Informasi disusun kembali dengan bahasa yang lebih sederhana tanpa mengubah substansi utama kegiatan.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus FTAN UMJ • Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Jakarta Selatan 15419
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Muhammadiyah Jakarta FTAN. All rights reserved.
FTAN UMJ